Jumat, 15 April 2011

Manusia-manusia Tercepat di Dunia

Manusia Tercepat di Dunia (di Lintas 100 Meter)


Usain Bolt, pelari asal Jamaika, merupakan pemegang rekor manusia tercepat di dunia di lintas balap 100 meter (dan 200 meter). Di lintasan 100 meter di Kejuaraan Dunia Atletik di Berlin Agustus 2009 baru-baru ini Bolt memecahkan rekor atas namanya sendiri dengan waktu 9,58 detik. Catatan waktu ini lebih cepat 0,11 detik dari rekor lamanya yang dicetak tahun lalu di olimpiade Beijing. Rival beratnya asal AS, Gay, yang hanya memecahkan rekor Amerika masih seperti jogging di belakang Bolt dan finish di tempat kedua beberapa line di belakang Bolt. Sepertinya saat ini pesaing Bolt hanyalah jam penunjuk waktu saja.

Petembak Tercepat di Dunia - Revolver 5 Tembakan dalam 0,57 Detik

Bisa jadi inilah koboi paling gila di barat sana. Jerry Miculek adalah seorang instruktur tembak cepat yang berpengalaman di hampir semua jenis senjata api. Dia tercatat sebagai petembak revolver tercepat di dunia dalam waktu 0,57 detik. Saat ini Miculek memegang 5 rekor dunia dalam ekshibisi menembak revolver. Istrinya Kay Clark Miculek adalah seorang petembak juga dan merupakan juara nasional dan menjuarai beberapa kejuaraan dunia. Lihat video YouTube atraksinya di bawah ini:


Tangan Tercepat di Dunia - 6,21 Detik



Steven Purugganan adalah pemegang rekor dunia menumpuk dan memindahkan gelas dalam waktu 6,21 detik yang menunjukkan betapa cepatnya tangannya. Lihat video luar biasa dari seorang anak berumur 10 tahun di bawah ini:




Pemecah Kubus Rubik Tercepat - 12,34 Detik


Pemecah kubus Rubik tercepat di dunia saat ini adalah "Macky" Makisumi. Dialah yang terbaik dalam beberapa pemecahan rekor dunia speedcubing. Rekornya di 2x2x2 Speedsolve adalah 2,82 detik dan di 3x3x3 dalam 12,11 detik! Perhatikan video atraksinya di bwah ini:



 

Sekretaris Tercepat di Dunia - 100 Stamps dalam 20 Detik


Inilah sekretaris tercepat di dunia yang mampu men-stamp dokumen lebih cepat dari siapapun di dunia. Dia melakukannya untuk 100 dokumen dalam 20 detik. Mirip robot dan o,ya dia orang Jepang. Lihat video atraksinya ini:





Tercepat Membuka Tutup Botol - 300 Botol dalam 1 Menit 47 Detik


Waktu tercepat membuka 300 tutup botol bir dilakukan satu tim yang terdiri dari 3 orang dengan waktu 1 menit 47 detik. Tim ini dikepalai Alois Unertl. Untuk gaya relay, tip anggota tim membuka 100 botol, dan setelah selesai anggota berikutnya mulai membuka tutup botol lagi. Lihat video atraksinya di bawah ini:



Pelempar Pisau tercepat - 3 Pisau dalam 0,97 Detik

David R. Adamovich, dikenal sebagai "The Great Throwdini" adalah pelempar pisau tercepat. Dialah pencetak dan pemecah rekor-rekor baru di dunia lebih dari pelempar-pelempar pisau yang lain. Saat ini dia memegang rekor dunia untuk pelempar pisau tercepat, melempar dan menangkap pisau, pelempar pisau di sekeliling target orang tercepat, dan pelempar pisau tercepat di atas ladder of death ganda. Pria ini tercatat menancapkan 3 pisau kurang dari 1 detik (0,97 detik) dan direkam di video kecepatan tinggi. Untuk melempar pisau di sekeliling target orang, rekornya adalah 144 lemparan dalam 1 menit. Untuk melempar pisau di atas ladder of death ganda dia mencatat 16 pisau dalam 6,1 detik atau 0,38 detik per pisau. Lihat videonya berikut ini:

 


Tercepat di Dunia untuk Bertepuk Tangan - 14 Tepuk Tangan per Detik

Kent French, punya teknik sendiri dalam bertepuk tangan dengan mengkombinasikan gaya uniknya sendiri dengan tangkas dan dengan daya tahan. Dia mencetak rekor tepuk tangan terbanyak dalam satu menit - yaitu sebanyak 721 kali tepuk tangan! Lihat videonya ini:




Reload Senjata Tercepat


Travis Tomasie tercatat sebagai salah satu reloader (isi ulang peluru) senjata tercepat. Tidak ada catatan seberapa cepatnya, tapi perhatikan videonya di bawah ini:



Peminum Tercepat di Dunia - 1,5 Liter dalam 4,88 detik


Pria ini minum air sebanyak 1,5 liter dalam 4,88 detik! Entah siapa ini, dimana, tapi kayaknya orang Jepang. Lihat video luar biasanya ini:




"Copet" Tangan Tercepat di Dunia


"Copet" yang satu ini tangannya sangat cepat. Bob Arno sering tampil di acara-acara televisi Amerika untuk keahliannya itu. Di acara Late Night with David Letterman (Desember 1983) dia mencuri dasi dan jam kesayangan Letterman . Pernah juga tampil di Just for Laugh-nya HBO tahun 1989 dan beberapa kali di acara 20/20 di stasiun ABC. Di Acara ini dia menunjukkan keahliannya dengan mencopet di jalanan. Lihat video ini:

Jumat, 01 April 2011

Peradaban Benua Lemuria atau Benua Mu (Benua yg Hilang)

Lemuria/Mu merupakan peradaban kuno yg muncul terlebih dahulu sebelum peradaban Atlantis.Para peneliti menempatkan era peradaban Lemuria disekitar periode 75000 SM - 11000 SM.Jika kita lihat dari periode itu,Bangsa Atlantis dan Lemuria seharusnya pernah hidup bersama selama ribuan tahun lamanya.

Gagasan Benua Lemuria terlebih dahulu eksis dibanding peradaban Atlantis dan Mesir Kuno dapat kita peroleh penjelasannya dari sebuah karya Augustus Le Plongeon (1826-1908),seorang peneliti dan penulis pada abad ke -19 yang mengadakan penelitian terhadap situs2 purbakala peninggalan Bangsa Maya di Yucatan. Informasi tsb diperoleh setelah keberhasilannya menterjemahkan beberapa lembaran catatan kuno peninggalan Bangsa Maya.
Dari hasil terjemahan,diperoleh beberapa informasi yang menunjukkan hasil bahwa Bangsa Lemuria memang berusia lebih tua daripada peradaban nenek moyang mereka (Atlantis).Namun dikatakan juga,bahwa mereka pernah hidup dalam periode waktu yang sama, sebelum kemudian sebuah bencana gempa bumi dan air bah dasyat meluluh lantahkan dan menenggelamkan kedua peradaban maju masa silam tersebut.
Hingga saat ini,letak dari Benua Lemuria pada masa silam masih menjadi sebuah kontroversi,namun berdasarkan bukti arkeologis dan beberapa teori yang dikemukakan oleh para peneliti,kemungkinan besar peradaban tsb berlokasi di Samudera Pasifik (disekitar Indonesia sekarang).
Banyak arkeolog memepercayai bahwa Easter Island yang misterius itu merupakan bagian dari Benua Lemuria.Hal ini jika dipandang dari ratusan patung batu kolosal yang mengitari pulau dan beberapa catatan kuno yang terukir pada beberapa artifak yang mengacu pada bekas-bekas peninggalan peradaban maju pada masa silam.
Mitologi turun temurun para suku Maori dan Samoa yang menetap dipulau-pulau disekitar Samudera Pasifik juga menyebutkan bahwa dahlulu kala pernah ada sebuah daratan besar besar di Pasifik yang yang hancur diterjang oleh gelombang pasang air laut dasyat (tsunami),namun sebelumnya bangsa mereka telah hancur terlebih dahulu akibat peperangan.
Keadaan Lemuria sendiri digambarkan sangat mirip dengan peradaban Atlantis,memiliki tanah yang subur,masyarakat yang makmur dan penguasaan terhadap beberapa cabang ilmu pengetahuan yang mendalam
.
faktor-faktor tersebut tentunya menjadi sebuah landasan pokok bagi Bangsa Lemuria untuk berkembang pesat menjadi sebuah peradaban yang maju dan memiliki banyak ahli/ilmuwan yang dapat menciptakan suatu trobosan baru dalam Ilmu pengetahuan dan Teknologi mereka.
Seperti banyak dikemukakan oleh beberapa pakar spiritual dan arkeologi ,bahwa bangsa Lemurian dan Atlantean menggunakan crystal secara intensif dalam kehidupan mereka.
Edgar Cayce,Seorang spiritualis Amerika melalui channelingnya berkali2 mengungkapkan hal yang sama.
Kuil2 Lemuria dan Atlantis menempatkan sebuah crystal generator raksasa yang dikelilingi crystal2 lain, baik sebagai sumber tenaga maupun guna berbagai penyembuhan.
Banyak info mengenai atlantis dan lemurian diperoleh dengan men-channel crystal2 ‘old soul’ yang pernah digunakan pada kedua jaman ini.
Beberapa Monument Batu misterius yang berhasil ditemukan dibawah perairan Yonaguni,Jepang,mungkinkah monument2 ini merupakan sisa-sisa dari peradaban Lemuria?
Namun, berbeda dengan bangsa Atlantis yang lebih mengandalkan fisik,teknologi dan gemar berperang,Bangsa Lemuria justru dipercaya sebagai manusia-manusia dengan tingkat evolusi dan spiritual yang tinggi,sangat damai dan bermoral.
Menurut Edgar Cayce,munculnya Atlantis sebagai suatu peradaban super power pada saat itu (kalau sekarang mirip Amerika Serikat begitulah) membuat mereka sangat ingin menaklukkan bangsa-bangsa didunia,diantaranya Yunani dan Lemuria yang dipandang oleh para Atlantean sebagai peradaban yang kuat.
Berbekal peralatan perang yang canggih serta strategi perang yang baik,invansi Atlantis ke Lemuria berjalan seperti yang diharapkan.
Karena sifat dari Lemurian yang menjunjung tinggi konsep perdamaian,mereka tidak dibekali dengan teknologi perang secanggih bangsa Atlantean,sehingga dalam sekejap,Lemuria pun jatuh ketangan Atlantis.
Para Lemurian yang berada dalam kondisi terdesak,ahirnya banyak meninggalkan bumi untuk mencari tempat tinggal baru di planet lain yang memiliki karakteristik mirip bumi,mungkin keberadaan mereka saat ini belum kita ketahui (ada yang mengatakan saat ini mereka tinggal di Planet Erra/Terra digugus bintang Pleiades.
Mungkin kisah para Lemurian yang meninggalakan bumi untuk menetap diplanet lain ini sedikit tidak masuk akal,tapi perlu kita ketahui bahwa teknologi mereka pada saat itu sudah sangat maju,penguasaan teknologi penjelajahan luar angkasa mungkin telah dapat mereka realisasikan dijauh2 hari.Tentunya penguasaan teknologi yang sama pada era peradaban kita ini,belum bisa disandingkan dengan kemajuan teknologi yang mereka ciptakan.
Dari sekelumit kisah yang aq uraikan diatas,dapat ditarik kesimpulan bahwa para Lemurian tidak musnah oleh bencana gempa bumi dan air bah seperti yang dialami oleh para Atlantean,namun karena peranglah yang membuat sebagain dari mereka berguguran.
Sementara semenjak kekalahannya oleh bangsa Atlantis,otomatis wilayah Lemuria dikuasai oleh para Atlantean,sampai saat ahirnya daratan itu diterpa oleh bencana yang sangat dasyat yang kemudian menenggelamkannya bersama beberapa daratan lainnya,termasuk diantaranya Atlantis itu sendiri.
================================================== ==================
Lemurian Artifacts
Temple_Lemuria
Temple Of The Wind
Circa Late Pre History
Lemurian Icon
Ancient Icon
MAP
 

Senin, 21 Maret 2011

burung raksasa


Fosil burung bangau rakasa atau marabu ditemukan di pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Unggas besar yang bisa mencapai tinggi sampai 180 cm itu, diduga bisa mampu memburu dan memangsa anak-anak manusia kecil atau hobit (homo florensiensis) yang juga fosilnya ditemukan di pulau itu, kata para periset yang menemukan fosil tersebut.

Tetapi tidak ada bukti langsung yang menunjukkan burung raksasa itu memburu hobit.

Spesies manusia kerdil ini dikatakan bersaudara dekat dengan manusia modern.

Penemuan yang dilaporkan di Jurnal Margasata Masyarakat Linnean, juga menjelaskan bagaimana satwa liar praserajah beradaptasi dengan kehidupan di gugus kepulauan.

Spesies baru bangau raksasa yang bernama leptoptilos robustus ini tingginya 1,8 meter dengan berat sampai 16 kg menurut perkiraan para periset. Ini berarti burung itu lebih tinggi dan lebih berat dari spesies bangau yang ada sekarang.

Pakar ilmu fosil (palaentologi) Hanneke Meijer dari Museum Nasional Sejarah Alam di Washington DC, yang berafiliasi dengan Museum Nasional Sejarah Alam di Leiden, Belanda, membuat temuan ini bersama koleganya Dr Rokus Due dari Pusat Arkeologi Nasional di Jakarta.

Mereka menemukan serpihan empat tulang kaki yang telah menjadi fosil di gua Liang Bua di pulau Flores.

Tulang-tulang yang diduga milik seekor marabu itu berusia antara 20.000 sampao 50.000 tahun, karena ditemukan di endapan yang berusia sekitar itu.

Bangau raksasa ini merupakan spesies terbaru berukuran ekstrem yang ditemukan di pulau yang juga pernah dihuni gajah kecil, tikus raksasa dan reptil besar.

"Saya melihat tulang-tulang marabu raksasa pertama kali di Jakarta, ketika tampak menjulang sendiri di antara tulang-tulang burung lain yang lebih kecil. Penemuan burung besar sudah lumrah di pulau-pulau, namun saya tidak menduga akan menemukan burung bangau raksasa," kara Dr Meijer kepada BBC.

Untuk sayap burung itu, hanya serpihan tulangnya yang ditemukan, tetapi para periset menduga bangau raksasa ini jarang terbang.

Panjang dan beratnya tulang kaki itu, dan ketebalan tulang itu sendiri, menunjukkan marabu yang sekarang sudah punah itu sangat berat sehingga lebih banyak usianya dihabiskan di darat.

Banyak spesies di pulau Flores yang berubah menjadi raksasa atau menjadi kerdil.

Fenomena ini disebut "faktor pulau", dan diduga ini terjadi karena sedikit mamalia pemangsa yang ada di Flores. Ini membuat spesies burung besar menjadi kecil, dan pemangsa (predator) lain menjadi besar.

"Mamalia besar seperti gajah dan primata menunjukkan penyusutan ukuran, sedangkan mamalia kecil seperti tikus dan burung berubah menjadi besar," kata Dr Meijer menjelaskan.


Penemuan kerangka burung laut purba di Chili utara memberikan bukti bahwa burung raksasa yang mengarungi angkasa sudah ada 5-10 juta tahun yang lalu. Tulang-tulang sayap hewan ini memiliki panjang yang melampaui semua burung lain; memiliki lebar sayap yang terbuka setidaknya 5,2 meter (17 ft). Ini secara meyakinkan ditetapkan sebagai lebar sayap terbesar bagi burung. Sedangkan perkiraan yang lebih besar untuk fosil burung yang lain masih didasarkan pada banyak bukti yang kurang pasti.
Burung ini masuk dalam kelompok yang dikenal sebagai pelagornithids, secara informal disebut sebagai burung tulang-bergigi. Mereka dicirikan oleh panjangnya, paruh ramping yang dipenuhi banyak duri, proyeksi seperti gigi. ‘Gigi’-nya kemungkinan besar digunakan untuk menangkap mangsa licin di laut terbuka, seperti ikan dan cumi-cumi.

Berdasarkan rekonstruksi artis, P. chilensis lebih menyerupai burung albatros modern - kecuali tingginya yang sekitar 4 kaki (1,25 meter). (Credit: Artwork by Carlos Anzures)

Rekonstruksi artis menunjukkan P. chilensis akan tampak seperti dalam penerbangan jika dilihat dari atas. (Credit: Artwork by Carlos Anzures)
“Akan mendebarkan jika burung dengan sayap lebih dari lima meter dan bergigi besar masih hidup,” kata Dr Gerald Mayr dari Senckenberg Forschungsinstitut di Jerman, penulis utama studi ini.
Fosil burung tulang-bergigi ditemukan di semua benua, tetapi tetap seperti biasanya terpisah-pisah. Hal ini karena kebanyakan burung memiliki tulang rapuh yang sering tidak bertahan dalam proses fosilisasi. Hanya sebagian kerangka tunggal dari burung tulang-bergigi yang diketahui sebelum penemuan spesimen Chili ini, dan itu pun sudah sangat hancur. Spesimen baru, yang 70% lengkap dan tidak rusak ini, menyediakan informasi baru yang penting tentang ukuran dan anatomi burung asing ini. Ini merupakan burung tulang-bergigi terbesar yang pernah ditemukan sejauh ini. Ini juga merupakan spesies baru, dinamai berdasarkan negara asalnya: Pelagornis chilensis.

Fosil rahang tengkorak P. chilensis, 'gigi'-nya yang kokoh dan tajam kemungkinan besar digunakan untuk menangkap mangsa licin di laut terbuka, seperti ikan dan cumi-cumi.
“Meskipun hewan ini tampak seperti makhluk dari Jurassic Park, mereka adalah burung sejati, dan wakil terakhir mereka mungkin telah hidup berdampingan dengan manusia paling awal di Afrika Utara,” kata Mayr.
Pengetahuan tentang ukuran maksimum yang dapat dicapai melalui burung terbang adalah penting untuk memahami fisik di balik bagaimana burung-burung bisa terbang. Dengan demikian, fosil baru ini dapat membantu para ilmuwan lebih menghargai kendala fisik dan anatomi pada burung yang sangat besar.
“Spesimen ini sangat meningkatkan pengetahuan kita tentang penampilan salah satu hewan yang paling spektakuler dan menakjubkan yang melintasi langit,” kata co-author studi, Dr David Rubilar dari Museo Nacional de Historia Natural, Chile.
Rekonstruksi kerangka tersebut akan di pamerkan di Museum Senckenberg di Frankfurt am Main, Jerman.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

ShoutMix chat widget

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | coupon codes